Heboh Atlet Gantole Landing di Atap Warga, Netizen : Untung Bukan di Sarang Buaya

Gelaran olahraga PON memang sangat menarik. Bukan hanya karena merupakan pesta olahraga yang besar tetapi juga banyaknya kontroversi yang meliputinya. Bahkan di saat pelaksanaannya ada juga beberapa kabar unik dan menarik yang terjadi di acara besar ini. Salah satu kejadian yang cukup mendapatkan perhatian dari masyarakat adalah jatuhnya salah satu atlet gantole di wilayah perkampungan.

Peristiwa jatuhnya atlet paralayang yang bernama Khaidir Anas ini terjadi di Bukit Kampung Buton, Jayapura Selatan. Peristiwa ini merupakan sebuah peristiwa yang membuat banyak orang merasa kasihan sekaligus merasa lega dalam waktu yang bersamaan.

Betapa tidak jika peristiwa ini memang cukup tragis bagi atlet tersebut yang mendarat di atap rumah warga dengan posisi yang tidak nyaman dan tentunya menyebabkan kerusakan. Akan tetapi dalam waktu yang bersamaan peristiwa ini juga membuat beberapa orang bernafas lega.

Pasalnya landasan tujuan dari olahraga ini berada di sebelah area penangkaran buaya. Hal ini membuat banyak netizen yang merasa lega karena sang atlet tidak jatuh di lokasi yang salah. Penangkaran buaya ini berlokasi hanya 100 meter dari tujuan landing, sedangkan di area tersebut ada setidaknya 5 kolam yang berisi buaya sejumlah 10 hingga 12.

Penyebab terjadinya kesalahan landing

Disinyalir posisi landing yang tidak tepat yang di alami oleh Khaidir Anas bukan disebabkan karena angin yang besar, melainkan karena penggunaan  layanan yang asing bagi sang atlet. Layangan yang digunakan pada saat itu adalah layangan dengan teknologi baru dan memiliki kecepatan yang tinggi. Artinya jika menggunakan layangan ini para atlet dapat menyelesaikan tugas mereka lebih cepat.

Akan tetapi layangan ini tidak hanya cepat melainkan juga sulit untuk dikendalikan. Khaidir Anas sendiri selama ini belum pernah mendapatkan kesempatan untuk mencoba dan berlatih menggunakan layangan tersebut. Akibatnya Khaidir Anas lepas kontrol dan jatuh di area yang tidak sesuai dengan tujuan landing pertama.

Khaidir Anas sesungguhnya sudah diingatkan oleh pelatihnya untuk tidak menggunakan layangan tersebut karena minimnya pengalaman dalam penggunaannya. Akan tetapi Khaidir Anas tetap bersikeras. Oleh karena itu, Philips yang merupakan pelatihnya tidak bisa memaksa.

Kondisi Khaidir Anas saat ini

Banyak yang mempertanyakan kondisi dari Khaidir Anas pasca peristiwa. Hal ini disebabkan karena pada saat landing posisi Khaidir Anas memang tidak menyenangkan. Sebagian tubuhnya ada di atas genteng dan sebagian lagi ada di dalam rumah. Hal ini membuat Khaidir Anas harus berusaha untuk menopang beban tubuhnya hanya menggunakan kedua lengannya.

Akan tetapi ini bukan seberapa, setelah di periksa di  rumah sakit, Khaidir Anas  ternyata mengalami cukup banyak masalah di tubuhnya akibat peristiwa tersebut. Masalah yang paling ringan adalah leban di area dahi yang disebabkan karena pendaratan dilakukan dengan wajah yang paling pertama menyentuh tanah.

Saat di temukan, Khaidir Anas juga mengalami syok dan trauma. Hal ini membuat atlet gantole tersebut merasa sesak nafas. Pada akhirnya, Khaidir Anas harus mendapatkan tambahan oksigen untuk membuatnya lebih tenang.

Selain itu, Khaidir Anas ternyata juga mengalami tulang punggung yang merenggang sehingga ia harus melakukan perawatan intensif di Rumah Sakit Manokwari yang ada di Jayapura. Mengingat Khaidir Anas masih harus menyelesaikan pertandingannya, pelatih Khaidir Anas berhadap atlet bimbingannya dapat beristirahat dengan maksimal. Meski begitu, Philips menyatakan bahwa atletnya tidak bisa melanjutkan perjuangannya karena insiden ini.